Di sebuah pegunungan ada sebuah sekolah
kecil yang bernama SMP Muhammadiyah 50,SMP ini terbuat dari bambu yang dibuat
oleh masyarakat sekitar yang mau membantu.Jumlah murid di SMP ini cuma 10, laki-laki
berjumlah 5 perempuan berjumlah 5 salah satunya Dimas dan Arya.Guru di SMP itu
cuman berjumlah 1 yaitu Pak Ali sebagai kepala sekolah dan guru agama.
Murid-murid biasanya membayar dengan hasil pertanian tetapi ada juga
yang tidak membayar seperti Dimas karena Dimas hidup tak bersama kedua orang
tuanya tetapi bersama
neneknya.Murid-murid yang belajar di sana sangat antusias untuk maju keculi
Dimas yang bersifat nakal,kenakalan Dimas disertai alasan yang kuat karena
waktu dulu kelas 1 SD Dimas ditinggal oleh ibu nya dan setelah itu juga dia
ditinggal ayah nya pergi ke kota setelah itu dia hidup kepada neneknya.
Keseharian Dimas di sekolah dia sangat nakal sekali, kenakalan Dimas
berbeda dengan Arya, Arya yang bersifat baik, jujur, pintar disukai banyak
temannya di sekolah. Arya selalu mendapat ranking satu di kelas tetapi Dimas selalu
mendapat ranking terakhir karena Dimas tidak pernah belajar karena kecewa ditinggal
oleh kedua orang tua nya, Dimas sendirian karena tidak ada teman. Untuk
melampiaskan kekecewaannya Dimas akhirnya bergaul dengan anak-anak nakal.
Di sekolah, Dimas selalu tidak
masuk sekolah, tidak mengerjakan PR, sering datang terlambat dan sering menggoda temannya. Pada suatu hari Dimas
menggoda teman perempuannya sampai menangis, kemudian Dimas dipanggil oleh Pak
Ali di ruang kepala sekolah.Dimas ditenggur oleh Pak Ali agar menjadi anak yang
baik tetapi Dimas tidak menghiraukan perkataan Pak Ali.
Pada pekan selanjutnya Dimas bertingkah laku sama, kedua kalinya dia
dipanggil Pak Ali karena berani membuat gaduh kelas sampai-sampai semua murid
keluar dari kelas hanya karena Dimas. Karena pak Ali tahu Dimas di maafkan
lagi. Pekan ke terakhir sebelum ujian yaitu pekan ke 5 perlakuan Dimas sudah
kelewatan dia berani menempelkan bekas permen karet ke tempat duduk Pak Ali, tidak
beberapa lama pak Ali duduk di tempat Dimas langsung dibawa ke ruangan kepala
sekolah dan dihukum berdiri di lapangan sampai anak-anak yang lain pulang.
Pada
saat Dimas dihukum Dimas berkata “pak Ali jahat” lalu Pak Ali berkata “Dimas
pak Ali menghukum kamu bukan karena Pak Ali jahat tetapi Pak Ali sayang sama
kamu nak” dibalas lagi oleh Dimas “kalau pak Ali sayang kenapa pak Ali
menghukum aku” “jelaskan sekarang” pak Ali membalas “Dimas Pak Ali menghukum
kamu karena kamu nakal nak” “kalau saja kamu tidak nakal kayak Arya dan teman-temanmu itu Pak Ali
tidak menghukummu nak” Dimas pun membalas lagi “ooooo jadi sebab itu aku sering
ke ruang kepala sekolah” pak Ali membalas dengan penuh senyuman “iya nak”.
Pada saat ujian nasional Dimas
berubah menjadi anak yang baik dia selalu mengerjakan pr, tidak pernah
terlambat, sehingga dia bertekad untuk menjadi bintang kelas di kelasnya. Sebelum
mengerjakan soal ulangan Dimas mendapat pesan dari pak Ali sebuah kertas kecil
yang bertuliskan “Dimas jika kau ingin menjadi anak yang baik kerjakan ulangan
ini dengan sungguh-sungguh dan percaya diri lah, BISMIILLAH” Dimas membaca
pesan dari pak Ali sambil meneteskan air mata karena Dimas terharu membacanya.
Setelah ujian nasional telah
selesai Dimas dipanggil oleh pak Ali ke ruang kepala sekolah. Sekiranya Dimas
akan dihukum lagi tetapi perkiraan Dimas salah, Dimas dipanggil karena mendapat
nilai terbagus sama dengan nilai Arya yaitu 29,50. Betapa senangnya Dimas
sampai-sampai dia naik ke atas pohon kelapa dan bilang “Ibu Bapak aku dapat
nilai bagus”.Tidak hanya Dimas saja yang berbahagia tetapi seluruh murid pun
juga merasakan nilai bagus itu.
Pada saat akan meninggalkan SMP Muhammadiyah 50 Dimas bilang ke Pak Ali
“pak Ali selama ini Dimas mengira pak Ali guru yang jahat tetapi Dimas mengerti
sekarang bahwa pak Ali adalah Pahlawan tanpa tanda jasa yang mau membimbing
Dimas untuk menjadi yang terbaik baik dari ilmu pengetahuan maupun ilmu agama”
“Pak Ali Dimas punya satu pesan buat bapak” pak Ali pun menjawab “apa itu nak”
Dimas membalas lagi “terima kasih pak” pak Ali menjawab dengan muka terharu
“iya nak” Dimas dan pak Ali pun berpelukan tanda dari Dimas bahwa rasa terima
kasihnya kepada pak Ali.
Pada saat tahun ajaran baru setelah Dimas dan kawan-kawan lulus smp
muhammadiyah 50 terasa sepi bagi pak Ali karena tidak ada murid lagi yang mau
sekolah disana tetapi Dimas selalu menyempatkan mengirim surat kepada pak Ali
tentang masalah baru di SMA seperti pesan berikut:”Pak Ali bagaimana kabarnya
aku kangen sama pak Ali, tentang masalah di SMA aku sering mendapat nilai bagus
berkat pak Ali terima kasih ya pak atas semuanya. ”
Pak Ali pun menjawab dari hatinya yaitu iya
nak sama-sama mudah-mudahan kamu tidak nakal nak”.
Setelah Dimas dan Arya lulus SMA dengan nilai memuaskan mereka berdua
akhirnya masuk ITB jurusan teknologi. Meskipun mereka dulu pernah bermusuhan
tetapi mereka punya cita-cita yaitu ingin pergi ke Paris bersama-sama. Dimas dan Arya pun juga
bekerja sebagai pembuat berita ternama Jawa pos dengan gaji rata-rata 1 bulan 10
juta. Meskipun Dimas telah kaya raya tetapi ia tak pernah lupa dengan pesan pak
Ali yaitu:Jangan pernah membuat nangis seseorang maka hidupmu akan kesepian. Sampai
saat itu Dimas tidak pernah lupa dengan pesan-pesan pak Ali.
Pada tanggal 25-12-1996, Dimas dan Arya berhasil untuk pertama kali
pergi ke Paris.
Betapa senangnya hati mereka berdua karena mereka berhasil menginjakkan kota yang romantis. Meskipun
berhasil pergi ke Paris Dimas masih menyempatkan untuk mengirim surat kepada Pak Ali
karena telah berhasil keluar negeri. Karena surat itu telah sampai ke tangan
pak Ali, Pak Ali sangat bangga karena Dimas yang dulunya nakal tetapi bisa
pergi keluar negeri, pak Ali membaca surat itu sambil menangis terharu tersedu-seduh
sampai semua kiriman surat Dimas selalu disimpan di buku khusus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar